Jumat, 13 April 2012

Belajar Pembelajaran


Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, istilah-istilah tersebut adalah: pendekatan pembelajaran,  strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran; dan (4) model pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut.

Dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu:
1)    Pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan
2)   Pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).
Pendekatan dimaksudkan dengan arah atau hala yang kita ambil untuk menuju sesuatu sasaran . Dalam pengertian yang lebih luas pendekatan diertikan sebagai “ to come near to in any sense” atau jalan yang diambil untuk melakukan sesuatu . Pendekatan-pendekatan yang dipilih biasanya berasaskan teori-teori yang tertentu .
Ahmad Mohd Salleh (2008) menyatakan pendekatan adalah mendekatkan sesuatu bidang pendidikan dan setiap pendekatan itu hendaklah mencerminkan satu pandangan tentang hakikat satu matlamat pelajaran . Sebagai contoh , ketika mengajar satu-satu pelajaran guru hendaklah membina satu pendekatan supaya diterima oleh pelajar , di mana pendekatan itu ialah pendekatan tentang isi pelajaran . Dari sini murid-murid akan senang memahami sesuatu isi pelajaran .
Menurut Ee Ah Meng ( 1991 ) , pendekatan bermakna “ cara mendekati sesuatu”. Dalam pengajaran, pendekatan merujuk kepada cara bagaimana sesuatu mata pelajaran diajar berdasarkan kepada objektif jangka panjangnya. Pendekatan harus mencerminkan satu teori pengajaran dan pembelajaran misalnya dalam teori pembelajaran yang diasaskan oleh Galstat , beliau mengatakan bahawa kita mempelajari sesuatu situasi itu secara keseluruhan dan kemudian memperincikan elemen-elemen satu pandangan ataupun sebagai satu teori pembelajaran , maka kita boleh menjadikan sebagai satu pendekatan dalam suatu pengajaran .
Menurut Edward M.Anthony (1963) , pendekatan merupakan satu set andaian yang saling berkaitan dengan proses pengajaran dan pembelajaran serta mempunyai unsure aksiomatik . Berdasarkan huraian Edward , kita boleh merumuskan bahawa pendekatan harus berlandaskan model, prinsip atau teori pembelajaran , misalnya daripada konkrit kepada abstrak , keseluruhan kepada bahagian , mudah kepada kompleks , umum kepada spesifik (deduktif) , spesifik kepada umum (induktif) dan sebagainya.
Pendekatan pengajaran merupakan haluan atau aspek yang digunakan untuk mendekati atau memulakan proses pengajaran sesuatu isi pelajaran , sesuatu mata pelajaran atau sesuatu kemahiran . Pendekatan wujud berdasarkan aspek-aspek pengajaran yang kita ingin utamakan atau memberi perhatian yang lebih utama .
Sebagai kesimpulannya , pendekatan dalam bidang pendidikan merujuk satu set teori pembelajaran yang beraksoimatik dan diamalkan dalam pengajaran sesuatu mata pelajaran berdasarkan objektif yang hendak dicapai .

B.  Strategi pembelajaran.
Wina Senjaya, (2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu:
1)    Exposition-discovery learning dan
2)   group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008).
Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.
Menurut Ee Ah Meng ( 1991 ) strategi merupakan teknik yang dirancangkan dan digunakan dalam satu-satu pengajaran . Dengan itu , startegi pengajaran dan pembelajaran merangkumi semua kaedah dan teknik yang digunakan oleh guru .
Wan Zah Wan Ali Prof Madya ( 2003 ) berpendapat strategi merangkumi beberapa aspek urutan dan susunan maklumat dan membuat keputusan bagaimana menyampaikannya.
Guru akan memikirkan keseluruh proses pengajarannya. Contohnya , seorang guru hendak mengajar bagaimana untuk memperolehi pengetahuan dan kemahiran bagi memandu traktor . Guru akan menetapkan objektif pengajaran peringkat kognitif , psikomotor dan efektif . Apakah strategi yang akan digunakan untuk memberi kefahaman kepada pelajarnya . Sudah tentunya guru tersebut menggunakan teknik yang tertentu dan sesuai untuk menjelaskannya bagi mencapai objektif pengajaran .
Strategi boleh diibaratkan sebagai suatu susunan pendekatan dan kaedah-kaedah untuk mencapai sesuatu maklumat dengan menggunakan tenaga , masa serta kemudahan secara optimum . Gabungan kaedah dan teknik pula akan membentuk strategi pengajaran dan pembelajaran yang digunakan oleh guru untuk mencapai objektif jangka panjang satu-satu pendekatan . Strategi pengajaran biasanya diklasifikasikan mengikut tumpuan yang diberikan . Jika tumpuan kepada guru, gurulah yang memanopolikan percakapan atau aktiviti maka strategi ini disebut strategi pemusatan guru . Sebaliknya kalau tumpuan diberikan kepada pelajar seperti melibatkan mereka menjalankan aktiviti-aktiviti maka strategi pemusatan murid ditekankan .
Peranan strategi adalah penting dan berbeza mengikut kebolehan , pencapaian , kecenderungan serta minat pelajar yang berbeza-beza . Contohnya dalam bilik darjah biasanya terdiri daripada pelajar yang lemah , sederhana dan cergas . Sebagai guru kita mesti bijak memilih strategi pengajaran yang terdiri daripada pelbagai kaedah mengajar untuk memenuhi keperluan semua kumpulan pelajar untuk membentuk strategi pengajaran yang paling berkesan .
Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu:
1.      Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
2.      Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
3.      Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
4.      Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.
Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya (2008).  
C.  Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya:
(1) ceramah;
(2) demonstrasi;
(3) diskusi;
(4) simulasi;
(5) laboratorium;
(6) pengalaman lapangan;
(7) brainstorming;
(8) debat,
(9) simposium, dan sebagainya.
Apabila antara pendekatan, strategi, dan metode sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran.


D.  Model Pembelajaran

Model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu:
1) model interaksi sosial;
2) model pengolahan informasi;
3) model personal-humanistik; dan
4) model modifikasi tingkah laku.

Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran.
Untuk lebih jelasnya, posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut, kiranya dapat divisualisasikan sebagai berikut:

Sumber:
Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya Remaja.
Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990. Strategi Belajar Mengajar (Diktat Kuliah). Bandung: FPTK-IKIP Bandung.
Udin S. Winataputra. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
Wina Senjaya. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar